Pengertian Kalimat

Kalimat adalah gabungan dari dua buah kata atau lebih yang menghasilkan suatu pengertian dan pola intonasi akhir. Kalimat dapat dibagi-bagi lagi berdasarkan jenis dan fungsinya yang akan dijelaskan pada bagian lain.

Dari pengertian kalimat menurut saya kalimat adalah gabungan dua kata atau lebih yang saling terhubung dan memiliki arti.

Unsur-unsur kalimat terdiri dari:

  • Subyek

adalah Unsur yang melakukan suatu tindakan atau kerja dalam suatu kalimat.

  • Predikat

adalah sebagai unsur kata kerja.

  • Obyek

adalah unsur yang dikenai kerja oleh subyek.

  • Keterangan

adalah kata keterangan kalimat tersebut terjadi dapat berupa keterangan waktu ataupun tempat kejadian.

  • Pelengkap

adalah unsur yang melengkapi kalimat tak berobyek (Contoh : Adik menangis tersedu-sedu).

Berdasarkan pola dasarnya, Badudu (1990: 32) mengungkapkan pola :

1.  S-P

Kibum tidur.

2. S-P-O

Shindong makan gorengan.

3. S-P-Pel

Cincinnya bertahtakan berlian.

4. S-P-K

JYJ konser di Tokyo Dome.

5. S-P-O-Pel

Yesung menamai kura-kuranya Ddangkoma.

6. S-P-O-Pel-K

Setiap pagi Hangeng membuatkan semua member nasi goreng.

7. S-P-O-K

Eunhyuk minum susu strawberry setiap hari.

8. S-P-Pel-K

Semua member sedih ketika Kangin masuk militer.

Macam-macam kalimat berdasarkan banyaknya klausa yaitu:

  • Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya terdiri atas dua unsur inti dan boleh diperluas dengan satu atau lebih unsur-unsur tambahan, asal unsur-unsur tambahan itu tidak boleh membentuk pola baru.
  • Kalimat majemuk adalah penggabungan dua kalimat tunggal atau lebih, sehingga kalimat yang baru mengandung dua atau lebih klausa.

Kalimat majemuk dibedakan atas tiga macam, yaitu :

  • Kalimat majemuk setara

Kalimat majemuk setara yaitu penggabungan dua kalimat tunggal dan tiap-tiap unsur-unsurnya mempunyai kedudukan setara. Berdasarkan konjungsi yang digunakan, kalimat majemuk setara dikelompokkan menjadi empat macam.

(1) Kalimat Majemuk Penjumlahan

Kalimat majemuk penjumlahan adalah kalimat majemuk setara yang menyatakan hubungan penjumlahan. Kalimat majemuk ini ditandai oleh konjungsi dan, serta, dan lagi pula. Kalimat yang memiliki konjungsi tersebut menyatakan hubungan penjumlahan dari beberapa kalimat dasar.

Contoh:

Ibu membersihkan meja dan adik menyapu lantai.

(2) Kalimat Majemuk Pemilihan

Kalimat majemuk pemilihan ini ditandai dengan konjungsi atau. Jika kaliamt majemuk terdiri lebih dari dua kalimat dasar, konjungsi atau ditempatkan pada posisi sebelum kalimat dasar yang terakhir. Kalimat dasar yang pertama dipisahkan dengan tanda baca koma dari kalimat dasar yang lain.

Contoh:

a. Eri boleh mengikuti ujian tulis atau ujian lisan.

b. Eri dapat megikuti lomba pembuatan animasi, pemasangan iklan melalui internet, atau pembuatan desain website.

(3) Kalimat Majemuk Urutan

Kalimat majemuk urutan ini ditandai oleh konjungsi lalu, lantas, terus, dan kemudian. Kalimat majemuk yang menggunakan konjungsi tersebut menyatakan hubungan urutan peristiwa. Jika kalimat majemuk jenis ini terdiri dari tiga kalimat dasar, dapat menggunakan konjungsi secara serentak atau menggunakan tanda koma dan konjungsi sebagai pemisah antarkalimat dasar.

Contoh:

a. Seorang pencuri menyelinap di balik pepohonan, lalu dia mengawasi keadaan di sekelilingnya, lantas ia melihat seorang anak kecil bermain di halaman rumah, kemudian ia berlari mendatangi anak kecil itu.

b. Anak kecil itu merasa terancam, dia menoleh ke rumah, dia berteriak memanggil ibunya, kemudian ia berlari menuju rumah.

(4) Kalimat Majemuk Perlawanan

Kalimat majemuk perlawanan ditandai oleh konjungsi tetapi, melainkan, dan sedangkan. Konjungsi tersebut menyatakan hubungan perlawanan. Namun, masih perlu menggunakan tanda koma di antara kalimat dasar yang satu dan kalimat dasar yang lain.

Contoh:

Ana membeli baju biru, sedangkan Andi membeli baju merah.

  • Kalimat majemuk bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat memperlihatkan berbagai jenis hubungan semantis antara klausa yang membentuknya.

Contoh:

Saya mengerjakan pekerjaan itu sampai larut malam agar besok pagi dapat mengumpulkannya

  • Kalimat majemuk campuran

Kalimat yang hubungan antara pola-pola kalimat itu ada yang sederajat dan ada yang bertingkat.

Contoh:

Setelah saya bangun tidur, saya mandi, berganti pakaian, sarapan, lalu berangkat ke sekolah.

Referensi :

http://www.sentra-edukasi.com/2010/04/kalimat-tunggal-dan-kalimat-majemuk.html#.UIFpk29mLD0

http://all-cyber.blogspot.com/2012/06/contoh-kalimat-majemuk-setara-dan.html

http://organisasi.org/pengertian_kalimat_dan_unsur_kalimat

http://lytasapi.wordpress.com/2010/04/25/unsur-unsur-kalimat/

http://eziekim.wordpress.com/2010/10/12/unsur-dan-pola-kalimat-dasar-bahasa-indonesia/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: